Awas Petir, Jangan Main Ponsel Saat Hujan Deras


Hadapi musim penghujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, mengimbau pemerintah kabupaten dan kota melalui BPBD setempat, agar siaga menghadapi kemungkinan munculnya bencana alam.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng, Sarwa Permana mengatakan, musim penghujan tahun ini diprediksi terhitung ekstrim. Potensi bencana alam yang akan muncul di antaranya banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung.

“Kami imbau pada semua kabupaten dan kota untuk memangkas semua pohon-pohon besar yang melengkung ke jalan raya,” katanya, Jumat (27/10/2017).

Menurutnya, saat ada angin kencang sering terjadi adanya batang pohon yang patah dan pohon tumbang ke jalan raya hingga menimbulkan korban jiwa. Maka, saat ini dinilai waktu yang tepat untuk memantau seluruh pohon-pohon yang ada di bahu jalan. Selain itu, Sarwa juga mengimbau masyarakat untuk tidak mengoperasikan handphone di area terbuka ketika sedang terjadi hujan lebat.

Sebab, selama ini sering terjadi adanya korban jiwa yang tersambar petir dan diketahui ternyata sedang mengoperasikan handphone.

“Matikan HP saat hujan deras, sebab signalnya sangat sensitif. Saya juga sudah minta pada semua BPBD kabupaten dan kota se Jateng untuk memberi imbauan ke masyarakat soal itu,” katanya.

Sarwa juga mengungkapkan, sesuai perkiraan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim penghujan akan terjadi mulai Oktober ini sampai Februari 2018 mendatang. Puncaknya terjadi pada Desember 2017 sampai Januari 2018. Di puncak musim hujan itu, lanjutnya, intensitasnya terhitung sangat tinggi yakni antara 200-500 milimeter dan berpotensi terjadi rawan banjir dan tanah longsor.

Kondisi rawan banjir tersebut terjadi di seluruh kabupaten dan kota di Jateng, kecuali Kota Salatiga.

“Kalau melihat perkiraan anomaly cuacanya, musim ini termasuk ‘njijiki’. Curah hujan sangat tinggi, prediksinya malah seperti yang terjadi pada tahun 2014 lalu yang di Jateng banyak bencana alam berupa banjir dan tanah longsor,” kata Sarwa.

Ia mengungkapkan, BPBD Jateng juga mulai menyiagakan posko darurat sejak Senin (16/10) lalu sampai akhir Februari 2018 mendatang. Seluruh logistik juga telah disiagakan dan telah dikirim ke masing-masing Bakorwil di Jateng. Dari hasil pemetaan daerah rawan bencana banjir dan tanah longsor, tahun ini terdapat sejumlah 334 kecamatan dan 1.719 desa di Jateng rawan banjir, sedangkan 335 kecamatan serta 1.594 desa rawan longsor.

Adapun, untuk daerah yang menjadi prioritas pantauan rawan bencana banjir dan longsor adalah Banjarnegara, Purworejo, Karangayar, Wonosobo, Kebumen, Cilacap, Banyumas, Pemalang, Brebes, Kudus, dan Pati. Ia mengatakan, pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi sebanyak dua kali dengan para pemangku kepentingan terkait penanggulangan bencana alam di Jateng, antaralain BMKG, PMI, Dinas ESDM, Basarnas, TNI, Polri.