Beristirahat di Pondok Sawah, Tewas Tersambar Petir


Jumiran (57) warga asli Jawa Timur yang menetap di Desa Rias, Kecamatan Toboali Bangka Selatan, pada Rabu (27/9/2017) siang meninggal dunia karena disambar petir pada pukul 12.30 WIB. Ketika itu Jumiran warga Dusun SPC Sidomakmur, Desa Rias ini sedang pergi ke sawah pada pukul 09.00 WIB, bapak dua orang anak ini sedang istirahat di pondok kebun miliknya, namun ketika hujan turun di sertai petir yang saat itu langsung menyambar tubuh korban.

“Almarhum ini pergi ke sawah untuk kerja di tempat pak Langke warga setempat, lalu sekitar pukul 12.30 WIB ia istirahat makan di pondok sawah, ketika hujan turun lebat,” jelas Kapolsek Toboali AKP Faisal kepada wartawan, Rabu (27/9/2017).

Ketika berada di Pondok, korban tidak sendirian ia bersama dengan adik kandung Lagiman berada di bawah pondok untuk berlindung dari hujan, yang mengguyur Desa Rias pada siang itu.

“Hujan yang turun lebat saat itu, tiba ada petir besar menyambar di pondok korban lalu korban dan adik kandungnya tersambar sehingga menyebabkan mereka berdua terpental, tetapi alhamdulilah adiknya masih selamat dan sementara korban Jumiran meninggal di tempat,”ujarnya

Setelah kejadian itu, Jumiran langsung di kebumikan di perkuburan umum dusun SPC, Desa Rias, Kecamatan Toboali, Bangka Selatan. Atas kejadian ini Kapolsek Faisal juga memperingatkan kepada warga untuk berhati hati ketika bekerja di luar rumah ketika kondisi hujan turun, sebaiknya warga menunda dahulu pekerjaanya sambil menunggu cuaca cerah untuk kembali bekerja.

“Dari kejadian ini kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap petir khususnya warga yang bekerja di luar rumah seperti di kebun dan lainnya, agar pada saat hujan deras dan petir supaya meninggalkan pekerjaanya dan mencari tempat berteduh yang aman dan sehingga tidak terkena petir,” harapnya.